Ketika kita bicara tentang minuman kolagen, sebagian orang menganggapnya hanya tren sementara—seperti gelombang yang muncul sebentar lalu hilang. Tapi kalau kita melihat lebih dalam, justru terjadi hal sebaliknya. Industri kolagen tidak hanya tumbuh… tapi meledak.
Ada alasan kenapa brand besar berlomba-lomba ikut masuk, dan UMKM mulai berani membuat produknya sendiri. Dan sebagai perusahaan maklon seperti INOSA, kami melihat fenomena ini dari jarak yang sangat dekat—bahkan dari jantung industrinya.
Pertumbuhan Global yang Tidak Bisa Diabaikan
Mari mulai dari gambaran besar dulu. Pasar kolagen global tumbuh dengan kecepatan yang stabil. Konsumen di seluruh dunia tidak lagi memandang kolagen sebagai suplemen biasa, tetapi sebagai “investasi jangka panjang” untuk kesehatan kulit, sendi, hingga vitalitas tubuh.
Bayangkan: dulu kolagen hanya dikenal sebagai bahan skincare premium. Sekarang, ia berhasil masuk ke cangkir minuman, botol siap minum, sampai sachet bubuk yang bisa diseduh di mana saja.
Ringkasnya:
- kategori ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, bukan lagi sekadar perawatan;
- pembeli tidak hanya wanita, melainkan juga laki-laki, pekerja kantoran, bahkan usia 40+ yang ingin tetap fit;
- brand kesehatan, skincare, hingga F&B mulai menambahkan varian kolagen ke lini produk mereka.
Dan tren ini bukan melambat—malah semakin kencang.
Indonesia: Salah Satu Pasar Kolagen Paling Pesat di Asia
Nah, kalau kita menyempit ke Indonesia, ceritanya jadi jauh lebih menarik.
Kalau kamu sering melihat minuman kolagen hampir di setiap marketplace, iklan, atau postingan skincare influencer… itu bukan kebetulan. Permintaan di Indonesia melonjak dalam 3 tahun terakhir.
Ada beberapa faktor unik yang membuat pasar lokal tumbuh begitu cepat:
1. Budaya “Glow Up” yang Sangat Kuat
Generasi muda Indonesia sangat dekat dengan konten kecantikan, K-drama, tren “glass skin”, dan berbagai ritual self-care.
Dan minuman kolagen menjadi salah satu simbol paling mudah dari gaya hidup glow up.
2. Konsumen Indonesia Suka yang Praktis
Minuman kolagen adalah solusi yang sangat sesuai:
tinggal minum → manfaat terasa → tidak ribet.
Format seperti jelly drink atau liquid shot menjadi favorit karena ringkas dan bisa langsung dibawa di tas.
3. Dominasi Marketplace
Shopee, Tokopedia, TikTok Shop… semua seperti menjadi “etalase virtual” yang mempercepat penetrasi produk kolagen.
Sudah banyak brand lokal yang penjualannya mencapai ribuan botol per bulan hanya dari marketplace.
Lonjakan UMKM & Brand Baru: Peluang Tidak Pernah Sebesar Ini
Di balik layar, INOSA melihat tren yang sama dari sisi produsen.
Semakin banyak:
- influencer yang ingin membuat brand kolagen sendiri,
- owner skincare yang memperluas lini produknya,
- UMKM yang ingin masuk kategori beauty drink,
- hingga perusahaan F&B yang ingin menambahkan varian “functional drink”.
Apa artinya?
Industri ini sedang memasuki fase “kolagen sebagai kategori wajib”.
Sama seperti kopi atau teh hijau yang hampir selalu punya pasarnya.
Insight dari INOSA: Apa yang Dicari Pasar?
Selama mengerjakan berbagai proyek maklon, INOSA melihat pola yang cukup konsisten:
1. Kolagen Ikan (Fish Collagen) Paling Dicari
Konsumen percaya fish collagen lebih premium dan lebih cepat diserap tubuh.
2. Varian Rasa Buah Paling Laku
Terutama: berry, lemon, lychee, peach.
Alasannya sederhana: ringan dan cocok dengan citra “minuman sehat”.
3. Produk yang “Instagrammable” Menang Lebih Cepat
Brand kecil pun sering viral hanya karena kemasan yang cantik dengan storytelling kuat.
4. Konsumen Suka Klaim yang Jelas
Seperti:
- bantu kulit glowing,
- menjaga elastisitas kulit,
- merawat kesehatan rambut & kuku.
Pentingnya edukasi tidak pernah sebesar sekarang.
Masa Depan Industri Kolagen di Indonesia
Kalau tren ini terus berjalan (dan semua indikator menunjukkan iya), minuman kolagen akan menjadi salah satu kategori paling besar di industri “beauty & functional drink”.
Kita mungkin akan melihat:
- kolagen dengan fungsi lebih spesifik (anti-aging, joint care, sleep support),
- kolagen dalam format yang lebih mainstream (RTD bottle, ready-to-go pouch),
- meningkatnya kolaborasi brand dengan klinik kecantikan,
- meningkatnya kebutuhan maklon profesional seperti INOSA.
Dan di sinilah peluang besar terbuka lebar.
Baca Juga :
- Peran Maklon dalam Membantu Brand Minuman Kolagen dari Nol hingga Scale-Up
- Kesalahan Marketing yang Sering Dilakukan Brand Minuman Kolagen (dan Cara Memperbaikinya)
- Strategi Distribusi & Channel Penjualan Minuman Kolagen
- Strategi Harga & Margin untuk Minuman Kolagen
- Strategi Branding Minuman Kolagen yang Baru Launch

