Peran Maklon dalam Membantu Brand Minuman Kolagen dari Nol hingga Scale-Up
Meluncurkan brand minuman kolagen sering terlihat sederhana dari luar: punya ide, pesan formula, produksi, lalu jualan. Namun di balik itu,
Meluncurkan brand minuman kolagen sering terlihat sederhana dari luar: punya ide, pesan formula, produksi, lalu jualan. Namun di balik itu,
Banyak brand minuman kolagen masuk pasar dengan produk yang sebenarnya bagus — tetapi tetap kesulitan tumbuh. Bukan karena kolagennya tidak
Membuat minuman kolagen yang bagus itu penting. Tapi membuatnya sampai ke tangan konsumen yang tepat jauh lebih menentukan keberhasilan brand.
Menentukan harga minuman kolagen bukan sekadar menempel angka di botol. Harga adalah sinyal kualitas, alat positioning brand, sekaligus kunci keberlanjutan
Meluncurkan produk minuman kolagen itu ibarat memperkenalkan seseorang baru di ruangan penuh orang. Kamu ingin orang memperhatikannya, menyukainya, bahkan mengingatnya
Banyak brand minuman kolagen gagal bukan karena produknya jelek.n Tapi karena tidak punya positioning yang jelas. Mereka bilang: “Produk kami
Banyak brand kolagen bermimpi produknya bisa dijual ke luar negeri. Tapi kenyataannya, tidak semua formula kolagen yang laku di Indonesia
Banyak brand minuman kolagen tumbang bukan karena produknya jelek,bukan juga karena pasarnya sepi. Tapi karena satu hal yang sering diremehkan:
Di industri minuman kolagen, yang terlihat oleh konsumen biasanya cuma dua hal: rasa dan kemasan. Padahal, yang paling menentukan nasib
Di awal membangun brand, banyak orang berpikir: “Yang penting jual dulu. Urusan BPOM nanti belakangan.” Secara jujur, ini pemikiran yang
Minuman kolagen terlihat seperti produk gaya hidup.Tapi di mata regulator, ini adalah produk pangan fungsional yang diawasi ketat. Masalahnya, banyak
Minuman kolagen masih terlihat seperti ladang emas. Setiap bulan, selalu ada brand baru bermunculan—dengan klaim lebih glowing, lebih cepat, lebih